Ruuah

Kata ‘Ru’uyah sesungguhnya memiliki dua pengertian yaitu “melihat dengan mata” atau “melihat dengan pikiran”.

Mayoritas mengartikan kata tersebut secara literal yaitu “melihat dengan mata”. Argumen mereka adalah hadits tersebut menggunakan kata dasar Ro’aa yang artinya melihat dengan mata secara jasmaniah. Jika hal ini ditafsirkan “mengetahui”, maka redaksi hadits tidak perlu seperti itu. Cukup dengan menggunakan kata ‘alima. (Copy Paste dari Bachrul Ulum :-) ).

Saya tidak membahas argumen di atas secara panjang lebar, karena memang sudah banyak yang mengkajinya.Yang ingin saya ketengahkan adalah apa alasan mereka yang memilih arti sebagai “melihat dengan pikiran” atau dengan kata lain dengan “pengamatan”.

Untuk sampai kepada kesimpulan seperti itu, mereka menunjukkan beberapa fakta pergerakan bulan di dalam al-Qur’an.

1. Surat ke 36 yaitu Ya Sin ayat 39

Surat Yasin ini begitu populer dalam masyarakat Indonesia. Salah satu ayatnya yaitu ayat ke-39 berbunyi:

“And the moon – We have determined for it phases, until it returns [appearing] like the old date stalk.”

2. Surat Yunus ayat 5

It is He who made the sun a shining light and the moon a derived light and determined for it phases – that you may know the number of years and account [of time]. Allah has not created this except in truth. He details the signs for a people who know

3. Surat Ar-Raĥmān (55)  ayat 5

The sun and the moon [move] by precise calculation,

 

 

 

Mungkin Kita Merayakan ‘Id Pada Hari Yang Sama?

Kebanyakan umat Islam merasa kebingungan kenapa mereka melaksanakan ‘Id pada hari yang berbeda? 1 Syawal bisa mewakili 3 hari yang berbeda. Padahal umat beragama lain seperti Kristian kompak melaksanakan Natal pada tanggal dan hari yang sama. Untuk memahami akar permasalahan, berikut ini akan dijelaskan secara ringkas bersama dengan ilustrasi-ilustrasi untuk membantu pemahaman. Continue reading

Masalah Dengan Kalender Ummul Qura

Sebenarnya hingga tahun 2004, kalender Ummul Qura bersesuaian dengan perhitungan Astronomi. Akan tetapi setelah tahun tersebut, mereka merubah metode perhitungan awal bulan dengan menggunakan Imkanul Rukyat. Akibat penggunaan kalendar tersebut, bulan-bulan yang seharusnya memiliki hari 29 bisa berubah menjadi 30. Begitu juga bulan yang memiliki hari 30 bisa berubah ke 29. Contohnya adalah bulan Ramadhan 1433H. Menurut kalender astronomi, bulan Ramadhan 1433 sepatutnya berjumlah 29, tapi menurut kalender Ummul Qura berubah menjadi 30 hari. Continue reading

Sejarah Kalender Bulan

Melihat Hilaal sebagai penandaan hari pertama dari sebuah bulan juga merupakan sebuah budaya di semenanjung Arab dan tempat-tempat lainnya sebelum kedatangan Islam. Orang-orang Yahudi menentukan kalender bulannya berdasarkan penglihatan Hilaal. Kalender bulan seperti apa yang digunakan oleh suku-suku Arab tersebut? Continue reading

Kapankah Hari Baru Terjadi?

Tidakkah anda pernah bertanya kenapa hari baru justru terjadi jam 12.01 AM, atau tengah malam lebih satu menit? Bukankah jam 12 malam lebih orang-orang masih tidur nyenyak?

Jawabannya adalah karena International Dateline. Perubahan hari harus terjadi di tempat yang tidak ada orang tinggal atau paling sedikit yang tinggal. Dalam hal ini yang dipilih adalah lautan Pacific. Pemilihan ini menyebabkan hari baru dimulai tengah malam lebih sedikit. Jadi jangan heran kalam jam 1am dipanggil jam 1 pagi. Padahal yang ada dalam pikiran kita, pagi itu ya sudah terang, bukannya masih gelap gulita. Continue reading

Bagaimana Cara Mengobservasi Hilaal?

Katakan sekarang ini bulan yang berjumlah 29 hari. Untuk menentukan apakah keesokan harinya sudah masuk bulan baru, maka orang-orang mencoba melihat Hilaal pada hari ke 29 menjelang Maghrib. Ini sungguh tidak mungkin, karena Hilaal hanya terlihat setelah 24 jam dari waktu kelahirannya. Itupun tidak semua tempat bisa melihat Hilaal. Banyak juga tempat yang hanya bisa melihat Hilaal setelah 48 jam hari kelahirannya, alias hari ke-3. Jadi jangan heran, kalau menggunakan kriteria melihat Hilaal, dua kota yang berjarak sekitar 3 jam saja, bisa masuk bulan Ramadhan ataupun bulan Syawal pada hari yang berbeda. Dalam hal ini SATU TANGGAL MEREPRESENTASIKAN HARI YANG BERBEDA. Continue reading

Bulan Hanya Lahir Sekali Saja

Bulan lahir cuma sekali dalam sehari, tidak mungkin berkali-kali. Jadi bulan yang kelihatan sudah lahir di Adelaide, dianggap juga sudah lahir di London ataupun San Diego, walaupun penduduk di kedua kota itu belum melihatnya secara langsung. Jadi bila penduduk London mulai melihat bulan baru, sebenarnya Hilaal telah wujud beberapa jam yang lalu di Adelaide. Jadi bulan baru dan Hilaal sama saja, walaupun secara literal berbeda. Continue reading

Keranjingan Sholawat Antah Berantah

Di tengah kekacauan kehidupan dunia seperti: merajalelanya korupsi, harga barang yang melambung, bencana alam silih berganti, politik yang carut marut, dll, ketenangan jiwa menjadi oase yang didambakan oleh banyak orang. Berbagai macam metode “pencerahan jiwa” sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Biaya mahal tidak jadi masalah asalkan mereka mampu meraih “ketenangan” yang mereka cari.
Continue reading