Adakah Makhluk Sebelum Adam?

Pada saat ini kebohongan teori evolusi Darwin makin terbuka. Para ilmuwan mulai banyak yang mempertanyakan dan meragukan teori Darwin ini. Teori Darwin ini memang bermasalah, karena meniadakan campur tangan Tuhan dalam proses penciptaan makhluk hidup. Teori ini menjadi aqidah bagi kaum atheis yang hanya percaya bahwa makhluk hidup terjadi dengan sendirinya.

Bagaimana dengan umat Islam sendiri? Banyak juga yang terjebak dengan teori Darwin. Sehingga ada yang sampai mengganggu aqidahnya, karena menganggap ilmu pengetahuan itu lebih ilmiah daripada berita yang disampaikan oleh Allah dalam al-Qur’an. Mereka mengasumsikan bahwa teori Darwin ini didukung oleh banyak bukti. Padahal kenyataan yang ada menunjukkan sebaliknya. Bahkan ilmuwan evolusi tidak segan-segan menipu dengan mengatakan bahwa fosil atau tulang belulang yang ditemukannya adalah bukti teori evolusi Darwin. Silakan baca artikel-artikel yang ditulis oleh Harun Yahya mengenai penipuan para evolusionis yang kemudian terbongkar.

Sebenarnya umat Islam itu percaya apa tidak dengan teori evolusi? Ya, umat Islam percaya dengan teori evolusi pada peringkat sel (cells) atau tissu (tissues) yang sedang atau telah berlaku pada manusia. Contohnya ada manusia yang tahan (immune) terhadap sebuah penyakit yang disebabkan oleh sebuah bakteri tertentu atau pathogens. Teori ini memang telah dibuktikan secara ilmiah dan memang diterima oleh akal dan agama.

Contoh lain adalah bertambahnya daya tahan Staphylococcus Aureus (SA) karena proses mutasi yang terjadi padanya. Ini merupakan proses evolusi untuk bertahan (evolution to survive).

Sedangkan teori evolusi yang tidak diterima dalam agama Islam dan Kristen adalah evolusi yang terjadi diantara family atau genus, atau untuk lebih mudahnya disifatkan sebagai evolusi menyeluruh. Contoh dari evolusi ini adalah perubahan dari monyet kepada manusia.

Bagaimana dengan perubahan sebuah zygote menjadi seorang manusia dewasa? Apakah ini termasuk proses evolusi? Jawabannya adalah tidak. Perkembangan organ, tissue, kematangan cell dan lainya yang berlaku secara normal fisiologi tidak termasuk dalam bab evolusi.

Adakah Makhluk Sebelum Adam?

Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 30 yang bermaksud

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya”

Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka seperti manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang mampu mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.

Kemudian datanglah manusia Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian ia lenyap. Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal lenyap sebelum Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang telah ada sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.

Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin sebagai Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang saling membunuh. Ada yang mengatakan mereka adalah dari kaum jin. Ada juga yang mengatakan bahwa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga adalah dari golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan berdaging. Golongan ketiga ini adalah mereka yang dimaksudkan sebagai “man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’: golongan yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah” seperti yang diulas oleh Malaikat di dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh Al-Maqdisi.

Sumber: Hasil diskusi di al-fikrah.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s