Cara Menentukan Bulan Baru Tanpa Peralatan Astronomi

Kalau dikatakan bahwa orang awam seperti kita bisa juga menentukan awal bulan baru tanpa menggunakan alat macam-macam, percaya apa tidak?

Kalau jawabannya adalah tidak percaya, maka saya akan memberitahukan caranya?Apa yang anda harus lakukan adalah dengan mengamati phasa-phasa bulan, terutama 1/4 bulan terakhir. Puncak pengamatan adalah pada hari ke-28 atau malam ke-29. Jika pada malam itu kita mampu melihat bulan sabit pada saat langit bersih, maka bisa dipastikan bulan baru akan terjadi keesokan harinya. Sebaliknya bila kita bisa melihat bulan sabit pada malam ke-29 walaupun cuacanya cerah, maka bulan yang sekarang ini bisa dipastikan berjumlah 30 hari. Tidak perlu mencoba melihat pada malam ke -30, karena bulan sabit tidak mungkin kelihatan, jika pada malam ke-29 juga tidak kelihatan.

Bagi mata yang terlatih karena sering mengamati phasa-phasa bulan selama beberapa bulan terakhir, maka dia akan menemukan bahwa bentuk bulan lebih gemuk jika sedang berada dalam bulan yang berjumlah 29 hari.  Sedangkan pada bulan 30 hari, bentuk bulannya lebih tipis.

Dengan cara seperti diatas, maka orang-orang yang hidup ratusan tahun yang lalu, akan mampu menentukan dengan tepat kapan terjadi bulan baru. Tidak perlu pakai peralatan canggih seperti teleskop.

So what do you think? Mau mencoba sendiri? Kalau berhasil, informasikan ke saya ya 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s