Tak dapat dipungkiri posisi sentral Al-Quran bagi seluruh aliran-aliran yang lahir dalam rahim Islam. Semua larut menikmati hidangan Al-Quran. Ada dua sifat yang menjadikan Al-Quran selalu menjadi rujukan. Pertama Al-Quran sebagai hudan, petunjuk bagi umat manusia, dan kedua Al-Quran sebagaifurqan, pembeda antara yang benar dan yang batil. Selain itu, Al-Quran adalah satu-satunya teks Islam yang terjaga otentisitasnya. Al-Quran di hadapan kita sekarang tak berbeda sedikitpun dari al-Quran yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Maka bisa dimengerti, bahwa aliran yang mampu mengidentifikasi diri sebagai aliran yang sejalan-harmonis dengan teks-teks al-Quran dengan mudah memanen kepercayaan dari umat, sementara yang tampak kontrasberlawanan dengannya akan terseret arus peminggiran. Continue reading
Salah Satu Penyebab Perpecahan Umat Islam
Perkara pertama yang membedakan antara generasi al-salaf dan al-Khalaf adalah dalam subyek Tauhid al-Asma’ wa al-Sifat. Perkara ini berkaitan dengan cara memahami ayat-ayat al-Qur’an dan hadis yang memberitakan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah. Ayat-ayat al-Qur’an dan hadis yang memberitahukan nama-nama dan sifat-sifat Allah digelar sebagai nas-nas al-Sifat. Khusus bagi hadis, ianya mesti memiliki sanad yang shahih dan maksud yang jelas, sebelum dapat diterima sebagai nas al-Sifat.
Usaha Pemurtadan Merajalela di Indonesia
Salah satu penyebab kekacauan umat beragama di Indonesia adalah upaya pemurtadan yang dilakukan oleh sebagian aktifis-aktifis dakwah Kristen. Mereka berusaha memurtadkan dengan berbagai cara umat yang tadinya beragama Islam ke agama lain. Tentu saja ini membuat gerah sejumlah organisasi Islam, ulama-ulama Islam, dan masyarakat yang masih peduli dengan kondisi umat Islam Indonesia.
Continue reading
Benarkah Terjadi Pergeseran Pengertian Dari Sunnah ke Hadith?
Nurcholish Madjid menuduh telah terjadi pergeseran pengertian sunnah ke hadist dalam tulisannya yang berjudul “PERGESERAN PENGERTIAN “SUNNAH” KE “HADITS”. Kesimpulan yang saya baca dari artikel tersebut adalah: Continue reading
Bolehkah Umat Islam mengucapkan Rest in Peace?
Ketika Steve Jobs mantan CEO Apple meninggal, orang-orang pada sibuk mengisi status FB-nya dengan kata-kata seperti “RIP Steve Jobs”. Sayangnya umat Islam ikut-ikutan dengan trend ini yang kemungkinan besar tidak tahu dengan apa yang dilakukannya. Bahkan seorang musisi Islam terkenal sampai mengeluarkan status tersebut di FB-nya.
Dari Muslimah UIA- Palestin VS Iraq
“ Ya Syakira, kami ini orang Arab. Dari tanah Arab. Kami tahu hal yang sebenarnya terjadi.”, jelas Ameerah.
Aku menarik nafas dan menghela perlahan.
Ameerah ialah sahabat yang aku kenal di bumi UIA ini pada bulan Ramadhan tahun lepas. Ada beberapa peristiwa menjurus kepada perkenalan kami di masjid. Dia merupakan pelajar Master dalam jurusan Undang-undang.
Continue reading
Tragedi Kiyai Liberal, Akhir Hayatnya Memilukan
“Apa!? kamu hamil?!” Pak tua itu terbelalak mendengar pengakuan putri bungsu yang dicintainya. Dia langsung berdiri dan memburu ke arah sang putri, mengangkat tangannya tinggi-tinggi, siap mendaratkan tamparannya, tapi…
“Jangan Paa… sabaar..!” istrinya menjerit sambil berusaha menghalangi dengan memeluk erat tubuh gadis kesayangannya. Sang bapak pun mengurungkan niatnya, tapi nampak jelas kemarahan dan kekecewaan luar biasa menguasai dirinya. Tubuhnya bergetar, matanya merah melotot, menatap tajam ke arah putrinya.
Apa Arti Kata Islam?

Usia Jack sudah melewati awal 20-an. Walaupun dia berasal dari keluarga Katholik, namun Jack sudah menghapuskan kata Tuhan dari kepalanya. Setiap akhir pekan dia menghibur dirinya dengan menghadiri berbagai macam pesta yang diadakan oleh teman-teman kuliahnya. Pesta itu selalu berakhir dengan acara mabuk-mabukan, bahkan ada juga yang berakhir dengan seks bebas.
Continue reading
Bagaimana Nasib Penganut Syi’ah?

Syiah di depan photo Khomeini
Jika yang dimaksudkan adalah kedudukan Mazhab Syi’ah di sisi Mazhab Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah, maka Mazhab Syi’ah berada di luar Mazhab Ahl al-Sunnah. Walaupun begitu pengikut Mazhab Syi’ah terbagi kepada 3 kategori:
Pertama adalah mereka yang ikhlas dan jujur di dalam beragama. Akan tetapi kerana sebab-sebab yang tidak disengaja, maka tidak sampai kepada mereka ajaran Islam yang sebenarnya, melainkan ajaran yang diikuti secara turun temurun. Mereka ini seperti orang yang duduk di pedalaman, tidak tahu membaca, menulis dan sebagainya. Bagi kategori ini kita serahkan kepada Allah hukumnya, di waktu yang sama perlu disampaikan dakwah yang hak kepada mereka.
Percaya Semua Agama Benar, Menjadi Murtad?
Mungkin ada yang salah paham ketika saya mengatakan bahwa percaya semua agama benar bisa membatalkan syahadah alias murtad. Barangkali ada yang naik darah juga karena dianggap murtad. Bukan salah mereka juga sih, kalau mereka salah paham mengenai isu murtad ini. Sumber kesalahpahaman adalah karena ketidakmampuan untuk membedakan antara mengkafirkan perbuatannya atau mengkafirkan pembuatnya. Ah masak iya? Sama saja kelihatannya.


